Sunday, November 22, 2009

KAMBING ETAWA

                                                                                           Di Kutip dari Tony’s Situs

                                          Cerita Kambing Etawa

JAMUNAPARI = JAMNAPARI = ETAWA

PERANAKAN ETAWA  PE

PERSELINGKUHAN ETAWA   PE

Dimulai dari New Dehli, dilanjutkan dengan melangka wira wiri ,langak longok, utag-atog serta asruk-asrukan kesana kemari. Akhirnya harus di akui bahwa India beserta masyarakatnya, mempunyai kebudaya-an yang luar biasa mengagumkan. Sebut saja salah satu yang sangat populer yaitu TAJ MAHAL di Agra, saya tidak akan pernah menghargainya, jika saya tidak ingin tahu lebih dalam mengenai Kambing PE.

Belum lagi permainan Tabla, Dhol dengan Tari Perutnya, busyeeet deh bisa lupa urusan Kambing PE, yang terbayang terus hanya si Penari berhidung mancung berkulit Putih bersih dan si Penyanyi yang tinggi langsing berkulit Hitam Gelap, keduanya persis seperti warna dasarnya Kambing PE di Indonesia yaitu Putih dan Hitam. Sedangkan perut si penarinya kalau di cermati dengan lebih teliti , ternyata sama persis dengan perut Kambing PE Betina Remaja.

Itulah sekelumit gambaran kenikmatan yang di dapat, dalam urusan keingin tahuan saya mengenai Kambing PE. Walaupun sebenarnya dengan langsung bertanya pada Pak RT atau RW, kalau di Indonesia  jawaban yg sama juga bisa saya dapatkan.



Peranakan Etawa adalah nama jenis Kambing Perah yang banyak terdapat di Jawa Tengah. Mengapa banyak di Ja-Teng, mengapa namaya Peranakan Etawa kemudian menjadi populer dengan sebutan Kambing PE, sudah banyak yang membahas dan menulisnya menurut versinya masing-masing atau SeenPeri yang artinya Se-enak Perutnya Sendiri.

Berikut saya persembahkan artikel SeenPeri mengenai Kambing Peranakan Etawa

Jamunapari sangat terkenal sebagai Kambing Perah terbaik di India, ditempat asalnya kambing ini biasa di sebut sebagai “Pari”, yang kira-kira berarti Anggun ( saya lupa persisnya), karena penampilannya memang tinggi, lehernya jenjang, langkahnya anggun, wajahnya selalu tersenyum. Yang betina selalu menyapa saya dengan kata-kata “Halau Sayaaaaang”, namun kedengarannya seperti Embeeeeeeeee-Embeeeeeeeeeeeeeee.dan Yang Jantan Mboooooookkk Mbooookkkkk.

Daerah asalnya adalah di Cakarnagar (mirip Cakranagara), yg beda di District ETAWAH, Negara Bagian Utar Prades. Habitatnya di sepanjang daratan (delta) antara sungai Jamuna dan Sungai Cambal. Dan juga di sepanjang sungai Kwari di Districk Bhind, negara bagian Madya Prades, yang berada di sebelah timur kota Dehli (deket Taj Mahal) merupakan tempat asalnya kambing PE.

Itulah sebabnya waktu tanya sana tanya sini, sambil memperlihatkan foto/gambar PE, semua menganjurkan untuk datang dan mencari ke Dehli, dan bukan ke Etawah. Karena di India namanya bukan kambing Etawah tapi Jamunapari, yang artinya Keanggunan Jamuna.

Jamunapari telah lama menyesuaikan atau beradaptasi dengan tempat habitatnya tersebut di atas, yang sangat subur dan banyak tumbuh hijauan. Akibatnya dia tidak mampu hidup di tempat lainnya, sehingga Jamunapari tidak bisa di temukan di daerah lainnya.

Habitat mereka terbentang antara Districk Etawah kearah timur, menyeberangi sungai Jamuna seluas lebih dari 85.000 hektar. Keadaan tanahnya berlembah lembah dan berjurang jurang dengan kedalaman antara 5 meter sampai dengan 30 meter. Pada musim panas suhu udara bisa mencapai 120F, pada musim dingin 25F, dengan curah hujan kira-kira 30 inchi.

Lembah-lembah tersebut tertutupi oleh padatnya berbagai tanaman hijauan yang sangat subur, yang antara lain: Bajara – Gram – Plum – Babool – Akasia – Hingota – Congkra – Arhar (nama Indonesia-nya saya tidak pernah tahu). Dan semua tumbuhan tersebut sangat tergantung pada curah hujan, karena tidak ada saluran irigasi yang saya lihat

Warna utama Jamunapari yang sangat di dambakan adalah Putih Bersih (seperti warna penari perut di atas). Bulunya pendek, kecuali pada bagian paha dan kaki belakang yang berbulu panjang.

Hidungnya melengkung atau bengkok, seperti hidungnya tentara Romawi. Tanduknya menjulang ke atas, pada kambing dewasa panjang tanduknya bisa mencapai 25 cm

Kupingnya terjuntai panjang. Lehernya panjang dan kuat dan selalu lurus tegak. Punggungnya melengkung ke bawah dan sangat kuat. Ekornya pendek , seperti ekor kelinci, dan selalu ngacung ke atas. Kombinasi tampilan tersebut , membuat Jamunapari betul-betul nampak sangat anggun.

Kuping yang menjuntai panjang kebawah, merupakan ciri yang sangat unik dan menjadi dasar perilakunya yang nampak sangat aneh.

Pada anak Jamunapari yang baru berumur sekitar enam bulan, kupingnya bisa mencapai 20 cm panjangnya, sedangkan pada yang dewasa panjangnya bisa mencapai lebih dari 30 cm. Sehingga kupingnya selalu jauh lebih panjang dari pada panjang wajahnya. Pada saat kepala kambing ini menunduk, maka kupingnya akan menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum mulutnya menyentuh tanah, bahkan kuping yang panjang tersebut juga akan menutupi kedua belah matanya saat menunduk untuk menggigit rumput yang berada di di tanah.

Rahang atas Jamunapari selalu lebih pendek dari pada rahang bawahnya, orang Bandung nyebutnya “Cameuh”, dokter gigi nyebutnya Brachygnathia. Hal ini juga menjadi ciri utama Jamunapari, yang juga mempersulit bahkan tidak memungkinkan dirinya untuk memakan rumput pendek di tanah.

0 comments:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Mercedes-Benz Cars. Powered by Blogger